_(31).png)
_(31).png)
Saat usia bertambah, energi dan gairah mungkin berubah—tapi bukan berarti hubungan jadi dingin. Ternyata, banyak pasangan yang justru menemukan “kehangatan sejati” lewat hal-hal sederhana: seperti ngobrol larut malam, saling mendukung saat sulit, atau sekadar duduk bersebelahan sambil ngemil. Yuk, kita kulik fakta menariknya!
Studi di PubMed menemukan bahwa saat pasangan memasuki usia tua—sekitar 60-an dan lebih—banyak yang bilang “seks bukan lagi yang utama, melainkan emotional intimacy”. Misalnya, ada pasangan lansia yang mengatakan:
“Ada banyak hal yang masih bisa dishare setelah seks enggak jadi prioritas”—melalui rutinitas harian, cerita, dan kebersamaan kecil. Ini menunjukkan: keintiman emosional bisa jadi fondasi kekal.
Riset pada pasangan lansia Jerman (rata-rata usia 71) menunjukkan bahwa saat mereka menikmati “intimate touch” seperti pelukan dan duduk berdampingan, hormon stres (cortisol) turun dan mood meningkat. Pasangan pria dilaporkan punya mood lebih positif, sedangkan wanita mengalami penurunan emosi negatif .
Esai di Time bilang kalau dalam usia dewasa, rasa memiliki teman hidup (companionship) itu underrated banget. Kadang, “teman hidup” justru punya dampak lebih kuat dibanding romantisme semata . Ketika partner jadi sahabat terbaik, hubungan jadi terasa ringan, mendukung, dan penuh tawa—tanpa harus berbuah intim.
Ternyata, momen ngobrol lembut setelah aktivitas intim (pillow talk) bisa memperkuat ikatan emosional. Hormon oksitosin pun ikut terdongkrak, bikin rasa percaya dan keterhubungan lebih dalam . Jadi bukan seksnya—tapi percakapan hangat setelahnya yang bikin hati makin dekat.
Menurut artikel dari NCOA (National Council on Aging), cuddle sederhana seperti genggaman tangan, pelukan hangat, atau pijatan ringan, bisa menurunkan stres, mempercepat pemulihan pasca operasi, dan meningkatkan panjang harapan hidup. Intimasi non-seksual justru jadi kunci utama kehangatan saat usia makin matang.
Saat usia bertambah, romansa yang tadinya soal seks mesra bisa berubah bentuk: ke institusi kepercayaan, pelukan hangat, ngobrol tengah malam, atau sekadar duduk bareng. Ini semua meningkatkan emotional intimacy—komponen yang justru bikin hubungan makin hangat, tahan banting, dan penuh arti.